Jakarta – PT Rekayasa Cakrawala Resources (Recare) menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan perusahaan BUMD milik Pemerintah Kota Balikpapan, Perumda Manuntung Sukses, di Ruang Parangkusumo Kantor Pusat Rekayasa Engineering, Jakarta, pada Selasa (29/3/2022).
Direktur PT Rekayasa Cakrawala Resources Edward Leonard Parsaoran mengatakan, kerja sama ini diharapkan bisa menjadi kontribusi dalam pembangunan di Kalimantan Timur, “Melalui MoU ini kami berharap bisa berkontribusi dalam pembangunan di sana baik dalam lokal dan global, sesuai dengan visi misi kami untuk mengambil bagian dalam mencerdaskan bangsa secara profesional”, ungkapnya.
Beberapa peluang program yang dapat dikerjakan antara dua perusahaan adalah proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dan kawasan industri milik pemerintah kota. “Kami melihat di sana ada peluang seperti proyek holding kami RDMP Balikpapan, proyek IKN, dan kawasan industri yang akan dibangun”, tambah Leonard.

Hasil dari kerja sama ini harapannya dapat meningkatkan kinerja Perumda menjadi lebih optimal, melalui pengelolaan aset-aset milik Pemkot yang belum dikelola secara optimal. “Aset-aset pemerintah kota banyak yang masih tidur, pastinya kami tidak bisa bekerja sendiri dalam mengelola jadi kami gandeng beberapa mitra kerja kebetulan semuanya BUMN, kami yakin dengan networking ini bisa meningkatkan kinerja”, ungkap Direktur Utama Perumda Manuntung Sukses Andi Sangkuru.
Momentum pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur yang telah disahkan oleh DPR RI pada 18 Januari 2022 lalu menjadi peluang dan kesempatan strategis bagi kedua pihak. “Dengan adanya IKN menjadi peluang strategis, apalagi undan-undangnya sudah dibuat, dan kepala otoritanya sudah dilantik”, ungkap Andi.
Salah satu aset Perumda Manungtung Sukses adalah Kawasan Industri Kariangau (KIK) yang berlokasi di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat dengan luas sekitar 133 Ha. Kawasan ini menempati lokasi strategis yakni berdekatan dengan teluk Balikpapan yang merupakan pelabuhan untuk pengantaran material konstruksi IKN sampai tahun 2045. Andi berharap dengan adanya kerja sama ini bisa dikelola dengan baik. “Kami memiliki kawasan Industri yang strategis karena dekat dengan pelabuhan untuk pengantaran material konstruksi untuk IKN sampai 2045, daripada pelabuhan existing yang sekarang”, tambahnya.




